fbpx

Blesscon Dorong Keterampilan Pekerja Bangunan Lewat Program ABRI

Artikel ini disandur dari Detik

Peningkatan suku bunga bank turut dibarengi dengan strategi pengembang dalam meningkatkan efisiensi pembangunan kompleks hunian. Adapun efisiensi ini dilakukan melalui peningkatan kemampuan tenaga kerja.
Hal ini pun telah diantisipasi oleh PT Superior Prima Sukses, produsen Bata Ringan Blesscon dengan menghadirkan program Aplikator Blesscon Bata Ringan (ABRI) telah diluncurkan sejak Februari 2022.

Brand Manager Blesscon Yusuf Permadi menyampaikan sejak membuka pabrik ketiga di Sragen, Jawa Tengah pada 2021, pihaknya terus mengalami permintaan bata ringan mulai dari pengembang, distributor maupun toko mitra. Blesscon juga diminta menghadirkan workshop bagi para tukang terkait pemasangan bata ringan. Hal ini mengingat banyaknya para tukang yang masih belum fasih melakukan pemasangan bata ringan.

Oleh karena itu, Blesscon meluncurkan ABRI dengan format dua sesi, yakni sesi Berbagi Wawasan dan Sesi Workshop. Setiap pelaksanaannya, ABRI diadakan selama kurang lebih dua jam dengan mengundang 30 tukang. Yusuf menyebut event ini memang dibuat dalam lingkup kecil agar para tukung dapat bebas bertanya dan memahami workshop.

“Kami buat kecil tapi sering. Sejauh ini sudah ada 10 titik yang kami datangi di Jawa Tengah. Antusiasmenya luar biasa. Hampir tidak pernah sepi pertanyaan dan saat workshop semua aktif mencoba,” kata Yusuf dalam keterangan tertulis, Senin (21/11/2022).

Dalam workshop ini, Yusuf mengupas berbagai mitos, salah satunya mitos pemasangan bata yang rumit. Menurutnya, pemasangan bata merah menjadi rumit karena harus membuat acian semen-pasir.

Namun, hal ini berbeda dengan pemasangan bata ringan, yang lebih mudah hanya dengan perekat mortar. Adapun perekat ini sudah dapat langsung digunakan hanya tinggal menambahkan air. Dengan demikian, pemasangan bata ringan menjadi lebih cepat dan presisi karena ukurannya yang lebih besar.

Di samping itu, Yusuf juga menjelaskan soal kekuatan dinding. Ia menyebut daya rekat dan kekuatan dinding justru lebih kuat dari pasangan dinding bata merah. Bila terjadi kebakaran, bata ringan tidak mudah menghantar panas sehingga menahan laju api. Saat terjadi gempa, bata ringan lebih fleksibel mengikuti rangka saat terguncang.

“Makna kuat ini kita kembalikan lagi ke tujuannya. Tujuan dibuat kuat adalah supaya aman. Nah justru bata ringan lebih aman dari pada bata merah,” ungkapnya.

Tak hanya menjelaskan soal mitos, Yusuf juga mengajak para tukang untuk membuktikannya dengan memasang bata ringan dengan mortar perekat dan melakukan proses plester dengan mortar. Menurutnya, teknik pemasangan ini mampu membuat pekerjaan cepat selesai.

Bahkan, mitos dinding yang tidak bisa dipaku pun terpatahkan dalam mitos ini. Hal ini dibuktikan dengan adanya paku fisher yang bisa dipakai untuk membuat lubang justru lebih rapi.

Yusuf berharap program ABRI yang dihadirkan Blesscon ini dapat memberi nilai tambah kepada para tukang. Dengan demikian, mereka dapat lebih siap dan percaya diri apabila nantinya ada pengembang atau perorangan yang membutuhkan tenaga kerja untuk membangun dengan bata ringan.

“Dengan begitu rejekinya tidak mati, tidak ditinggalkan saat pengembang dan retail mulai banyak menggunakan bata ringan di Jawa Tengah,” papar Yusuf.

Di sisi lain, salah satu peserta ABRI dari Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah pun mengapresiasi atas digelarnya program ini. Terlebih lewat program ABRI, dirinya bisa mencoba langsung memasang batu bata ringan dan mematahkan berbagai mitos.

“Kalau begini kan bisa tahu sendiri, nyoba sendiri. Kalau nggak ada acara (workshop.red) nyobanya di mana? Kan nggak ada,” pungkas Warto.

Translate »
Scroll to Top
Butuh bantuan? Kontak kami