fbpx

Disadur dari Bisnis.com.

Produsen bata ringan PT Superior Prima Sukses (SPS) dengan merek Blesscon telah meresmikan pabrik ketiga di Sragen Jawa Tengah yang diresmikan secara langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada 30 Maret 2022.

Pembukaan pabrik Sragen ini kian menegaskan posisi Blesscon sebagai produsen bata ringan dengan kapasitas terbesar di Indonesia dengan total mencapai 2,7 juta m2 per tahun.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo dalam sambutannya sangat mengapresiasi kehadiran Blesscon di Sragen karena telah ikut menggairahkan semangat investasi di Jateng sekaligus mendorong roda perekonomian warga di sekitar pabrik.

“Pasca pandemi itu kita memang lumayan bengep (babak belur), tapi pertanyaannya apakah kita menyerah? Tentu tidak. Kita butuh cara baru dalam pengelolaan pandemi, ternyata ya kekuatan masyarakat untuk bersama (gotong-royong) itulah yang membuat kita tahan,” ujarnya dalam sambutan.

Untuk itu, Ganjar mengajak seluruh masyarakat termasuk para pengusaha dan investor untuk bersama-sama membangun kekuatan di negeri sendiri, termasuk melalui investasi seperti yang dilakukan Blesscon sejak 10 tahun terakhir karena alasan kebutuhan bata ringan dalam negeri sangat tinggi.

“Saya mengapresiasi Blesscon karena telah membangun pabrik bata ringan karena kebutuhan. Ini top sekali,” imbuhnya.

Menurutnya, dalam mendorong perekonomian dan investasi di suatu wilayah memang terdapat 3 hal yang harus diperhatikan yakni kemudahan izin agar investasi bisa masuk, pengendalian daya dukung lingkungan (ramah lingkungan), serta keberlanjutan soal politik pangan agar sektor pertanian berjalan.

Sejalan dengan pemikiran Gubernur Ganjar, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati berharap berdirinya Blesscon 3 dapat memberikan manfaat untuk masyarakat sekitar dan ke depan bisa terus membangun komunikasi dan silahturahmi dengan pemerintah setempat dan masyarakat.

“Saya bersyukur banyak investasi masuk, dan saya yakin ini akan meningkatkan investasi di Sragen ke depannya. Kami mohon juga Blesscon untuk bisa sinergi dengan Kabupaten Sragen terutama CSR nya guna mengentas angka kemiskinan, yang diharapkan bisa lebih rendah untuk masa yang akan datang,” ujarnya.

CEO SPS Corporate dan SMB Grup, Dermawan Suparsono mengatakan selama satu dekade ini, Blesscon telah memiliki kapasitas produksi sebanyak 2,7 juta m3/tahun. Sebanyak 1,1 juta m3 berada di Jatim yang terdiri di Mojokerto dan Lamongan, dan sebanyak 1,6 juta m3 berada di Sragen yang menempati lahan seluas 10,4 hektar.

Kapasitas produksi Blesscon di Sragen dalam sebulan ini setara dengan membangun 14.000 rumah subsidi. “Sragen ini dipilih sebagai lokasi pabrik karena dekat dengan bahan baku, seperti pasir didatangkan dari Blora, dan semen dari Rembang. Selain itu, Jateng bagian selatan juga belum ada pabrik bata ringan besar, sehingga Blesscon dapat memasok kebutuhan di Jateng dan perbatasan Jatim seperti Madiun Raya,” katanya.

Menurutnya, dengan jarak yang lebih dekat akan memangkas biaya distribusi sehingga harga bata ringan di wilayah perbatasan dan Jateng selatan kini bisa lebih kompetitif berkisar 10 – 15 persen lebih murah. Presiden Direktur SPS, Billy Law menambahkan secara total market nasional, Blesscon sudah mencapai 15 persen, dan khusus di Jatim dan Jateng saja pangsa pasarnya mencapai 32 persen.

“Dengan adanya pabrik ketiga di Sragen ini diharapkan akan semakin memperluas pangsa pasar Blesscon di Indonesia ke depan,” ujarnya. Dia mengatakan Blesscon sendiri telah memperoleh predikat Green Label Indonesia yang memastikan bahwa bahan bakunya berasal dari tambang yang tidak merusak lingkungan.

“Green Label adalah sertifikasi yang mengaudit bahan baku dan proses produksi dijalankan dengan bertanggung jawab terhadap keberlanjutan alam,” katanya. Selain Green Label, Blesscon juga telah mengantongi Standar Nasional Indonesia (SNI) yang akan memberikan jaminan mutu pada pelanggan terhadap bata ringan Blesscon. “Blesscon menjadi pelopor untuk menciptakan iklim industri material yang berkelanjutan, juga melindungi konsumen dengan jaminan mutu SNI,” imbuh Billy.


Translate »
Scroll to Top
Butuh bantuan? Kontak kami