fbpx

Punya Bata Ramah Lingkungan, Blesscon Raih Sertifikasi Hijau

Artikel ini disadur dari detik.com

Bata ringan Blesscon produksi PT. Superior Prima Sukses memperoleh sertifikasi hijau (Green Label) dengan predikat Gold dari Green Product Council Indonesia (GPCI). Penyerahan sertifikat diberikan oleh Sekjen GPCI Naning Adiwoso kepada Commercial Director PT.Superior Prima Sukses Henrianto secara virtual hari ini.

Henrianto menjelaskan sertifikasi Green Label merupakan prestasi bagi Blesscon dalam mewujudkan bata ringan yang ramah lingkungan. Selain itu, hal ini juga merupakan upaya Blesscon untuk bertanggung jawab terhadap lingkungan sejak pabrik berdiri.

Untuk mendapatkan sertifikasi Green Label, Henrianto menyebut pihaknya perlu melakukan berbagai audit mulai dari pembelian bahan baku hingga proses produksi. Dengan demikian, barang yang telah jadi dipastikan melalui standar hijau yang ditetapkan penguji.

“Dari proses yang demikian ketat, Blesscon dapat lolos uji, bahkan mendapat predikat Gold merupakan sebuah kebanggaan. Artinya, Superior Prima Sukses sudah on the right track dalam komitmen bertanggung jawab terhadap lingkungan,” ungkap Henri dalam keterangan tertulis.

Lebih lanjut ia menjelaskan pihaknya juga memperhatikan banyak hal, salah satunya penerapan 3R (Reuse, Reduce, Recycle). Dalam hal ini, waste material dari produk jadi akan diolah kembali menjadi bata ringan tanpa berimbas pada kualitas bata ringan.

Penggunaan kembali waste material ini, dikatakan Henrianto memiliki dua keuntungan, yakni pengurangan limbah produksi berkurang banyak dan hemat penggunaan air bersih. Menurutnya, hal inilah yang membuat Blesscon mendapatkan nilai tinggi pada poin ‘Pengelolaan Limbah dan Bahaya Berbahaya’, ‘Manajemen Air’, dan ‘Kandungan Bahan Daur Ulang’.

Selain prestasi, Henrianto menyebut Green Label juga menjadi salah satu titik dalam roadmap mewujudkan green business dan konsep keberlanjutan (sustainability) pada industri bahan bangunan. Ia berharap Green label yang telah dimiliki Blesscon menjadi ciri khas Blesscon.

Di sisi lain, Naning mengapresiasi atas usaha Blesscon dalam menekan dampak industri pada lingkungan. Ia pun berharap sertifikasi ini dapat mendorong industri lainnya untuk melakukan hal yang sama.

“Terima kasih Blesscon sudah menjadi pioneer, pertama di industri bata ringan yang ramah lingkungan. Semoga bisa menjadi dorongan bagi industri serupa,” ujarnya.

Dengan adanya sertifikasi Green Label, kata Naning, produk Indonesia akan menjadi lebih kompetitif di pasar global. Pasalnya, dengan bergabungnya Green Label Indonesia di Global Ecolabel Net maka label ini akan diakui secara internasional. Untuk itu, dirinya mengajak untuk menggunakan produk Indonesia yang ramah lingkungan.

“Memakai produk Indonesia di pasar Indonesia, tentunya dengan standar ramah lingkungan. Kita bisa,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Green Product Council (GPC) Indonesia adalah lembaga swadaya masyarakat non-profit yang mendorong industri untuk peduli terhadap lingkungan. Bekerja sama dengan verifikator independen, GPC Indonesia melakukan sejumlah verifikasi lapangan untuk memastikan sebuah produk dibuat dengan standar keberlanjutan (sustainability). Pemberian Green Label diharapkan dapat menstimulus konsumen untuk menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dengan memilih produk berlabel hijau. Sepanjang 6,5 tahun GPCI beroperasi, sudah ada 112 brand dari 37 perusahaan yang tersertifikasi yang mayoritas adalah produk konstruksi dan bahan bangunan.

Scroll to Top
Butuh bantuan? Kontak kami